Minggu, 24 April 2016

China menjajaki "Sister City" Kota Bogor dengan Kota Chongzou.

Penjajagan kerja sama membangun green city di Kota Chongzou, diawali dengan, kunjungan Delegasi Chongzuo Guangxi Cina, untuk bertemu Walikota Bogor di Ruang Bogor Green Room Kamis (21/04/2016).

Hal ini mengingat bahwa Kota Bogor sudah dikenal sebagai paru-paru dunia, dengan adanya Kebun Raya Bogor dan juga sudah menerapkan green city. Maka, Chongzou sebagai kota yang baru tumbuh dan berkembang, diminta untuk bisa menjadi kota hijau dari Kota Bogor. Bagi Kota Chongzou,  mereka akan berorientasi pada sejarah yang ada dalam Kebun Raya Bogor.

Termasuk juga dalam hal kehutanan, taman, Kebun Raya Bogor, dan keanekaragaman tumbuhan tropis yang sudah terkenal di dunia. Melalui kunjungan

Mereka ingin menjalin hubungan persaudaraan dan persahabatan terkait tumbuhan. Kerjasama antara Chongzhou dan Kota Bogor, yang akan segera dimulai. Sekaligus mengundang Walikota untuk bertandang ke Chongzou.

Menurut Su Zhi Qiu Kepala Staf Ahli Pemerintahan Kota Chongzou, bahwa Kota Chongzou merupakan kota baru yang diresmikan pada 2003 silam. Dengan luas wilayah 17,345 Kilo Meter dan jumlah penduduk 2.347.700 jiwa, Chongzou yang berbatasan dengan Vietnam membuat kota ini berkembang dengan pesat. Produk unggulan dari Kota Chongzou berupa gula, hasil tambang dan berbagai jenis mineral.

Sementara menurut Walikota Bogor Bima Arya, pesatnya pertumbuhan pembangunan Kota Bogor membuat tantangan dalam pelestarian lingkungan di kota yang penuh dengan sejarah ini.
Share: