Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal

Dengan dikelola secara profesional yang berkearifan lokal, maka Bogor akan Sehat (Sejahtera Aman Tentram) yang berkelanjutan

Jumat, 11 Mei 2018

Buah Kemang khas Bogor untuk Kesehatan

Bogor, (BogorSehat) Kemang (Mangifera kemanga) merupakan tanaman yang mulai langka di Indonesia. Pohon kemang yang mempunyai buah khas berbau harum, dengan rasa yang masam manis ini, juga telah ditetapkan sebagai flora identitas kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sayangnya, tumbuhan ini mulai langka dan sulit ditemukan.

Flora identitas kabupaten Bogor ini mempunyai nama Indonesia, di daerah Kalimantan Timur sering disebut sebagai Palong, sedangkan berdasarkan nama ilmiahnya, Kemang dinamakan Mangifera Kemanga, yang bersinonim dengan Mangifera Polycarpa dan Mangifera Caesia.

Ciri-ciri Kemang, antara lain; tinggi dapat mencapai 45 m dengan garis tengah batang mencapai 120 cm. Tajuk tumbuhan langka ini berbentuk menyerupai kubah dengan percabangan yang tidak terlalu rapat. Kulit batang kemang berlekah dan mengandung getah yang dapat menyebabkan iritasi.

Daun kemang berbentuk jorong sampai lanset. Daun-daunnya seringkali mengumpul di ujung-ujung percabangan. Tangkai daun agak duduk (bertangkai sangat pendek) pada ranting. Tepi daun tanaman yang langka ini terlihat menyempit di sekitar pangkal daunnya.

Perbungaan malai di ujung-ujung percabangan. Bunga kemang (Mangifera kemanga) berwarna merah muda pucat dan beraroma harum. Buah kemang, berbentuk bulat telur terbalik sampai lonjong dengan kulit buah tipis dan berwarna coklat kuning suram apabila masak.

Daging buah kemang berwarna keputihan, lunak, berair dan berserat. Aroma buah kemang sangat khas dan tajam sedangkan rasa buahnya mulai asam sampai manis. Biji kemang jorong sampai lanset.

Musim berbunga pohon kemang dimulai bulan Oktober sampai Desember. Sedang musim berbuahnya terjadi pada musim penghujan yaitu mulai bulan November sampai Maret.

Habitat, Persebaran, dan Pembudidayaan. Pohon kemang umumnya tumbuh di dataran rendah di daerah tropika basah di bawah ketinggian 400 m dpl. walaupun dapat dijumpai juga hingga ketinggian 800 m dpl. Tanaman penghasil buah langka ini memerlukan persebaran curah hujan yang merata sepanjang tahun, dan tumbuh baik di pinggiran sungai yang secara berkala tergenang air.

Pohon langka kemang ini tersebar secara alami di semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa terutama bagian barat. Di sekitar Kabupaten Bogor, tumbuhan ini banyak dibudidayakan sehingga tidak mengherankan jika kemudian berdasarkan SK Bupati Nomor 522/185/kpts/Huk/1996, kemang ditetapkan sebagai Flora Identitas Kabupaten Bogor.

Buahnya yang segar  dimakan ketika buah telah benar-benar masak. Buah ini dapat juga dijadikan campuran dalam es buah, atau digunakan juga sebagai bahan pembuatan sirup (Sari Buah).

Buah yang masih muda digunakan sebagai bahan rujak. Biji buah kemang juga sering dimakan dengan diiris-iris tipis dan setelah dibumbui dan ditambahi kecap. Daun Kemang yang masih muda dapat dijadikan lalapan.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Filum: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Sapindales; Famili: Anacardiaceae; Genus: Mangifera; Spesies: Mangifera kemanga; Sinonim: Mangifera polycarpa, Mangifera caesia. Nama binomial Mangifera kemanga (Blume, 1850).

Sumber : Dari Berbagai Sumber | Foto : Istimewa

Sapto Satrio Mulyo | Semoga Bermanfaat
Share:

0 komentar:

Posting Komentar